![]() |
| foto tangkapan layar surat BGN penghentian operasional dapur MBG di Kamboja kecamatan Pulau Maya Kayong Utara (muzahidin/ist). |
Berdasarkan surat dari BGN nomor 1531/D.TWS/04/2026, diketahui kalau dapur yang dikelola yayasan Surya Gizi Lestari ini distop karena tidak memenuhi standar instalasi pengelolaan limbah (IPAL) termasuk standar higienis (SLHS).
Kepala region BGN Kalimantan Barat Agus Kurniawi membenarkan dapur ini terkana suspend selama tiga hari disebabkan standard IPAL
Namun penghentian tersebut hanya sementara karena pengelola sudah memenuhi perbaikan IPAL dimaksud sesuai dengan laporan dari koordinator wilayah Kayong Utara berdasarkan foto dan video saat proses perbaikan IPAL dapur tersebut.
"Iya sesuai surat kita, dapur ini sudah pernah kena suspend. Ini kasus berulang. Kalau diaktifkan lagi benar, karena mereka sudah melakukan perbaikan IPAL, laporannya ada kita terima dalam bentuk video," kata dia saat di konfirmasi Borneo Tribun, Sabtu malam (02/05/2026).
Terkait dengan ditemukannya menu berisi ulat, Agus menegaskan dapur ini akan dijatuhkan sanksi. Termasuk apabila ditemukan dapur ini memalsukan laporan pembangunan IPAL sebagai syarat aktivasi atas suspend yang sudah mereka jalani yang lalu.
"Ini sudah kita laporkan tunggu keputusan dari Direktur Pemantauan dan pengawasan. Pastinya di stop operasional," tegasmya.
![]() |
| menu MBG berisi ulat dari dapur kecamatan Pulau Maya kabupaten Kayong Utara |
Beberapa orang warga sekitar berdekatan dengan dapur ini melaporkan, semenjak dapur ini beroperasi, limbah sampah dan bau menyengat sering tercium yang bersumber dari lokasi yang diduga berasal dari dapur yang dikelola Yayasan Surya Gizi Lestari ini.
Atas itulah, warga meminta operasional dapur ini diusulkan untuk diberhentikan. Warga meminta, pengelolaan limbah dan standar kesehatan lebih diprioritaskan guna mencegah kasus keracunan.
"Kalau musim panas, bau menyengat dari limbah dapur ini bang. Bual nyr mah kalau limbahnye di proses nan," ujar Ujang warga terdekat dapur itu.
Sebagai salah satu orang tua murid yang anaknya menerima menu MBG dari dapur ini, dirinya berharap menu MBG tidak lagi berasal dari dapur ini. Ia meminta BGN mengganti pengelola dapur.
"Supaye endak berulang kasus ulat ni, bagisnye diganti jak pengelolanye, ganti yang baru, stop dolok dapur ini," harapnya.

