Kemenekraf fasilitasi penjajakan kolaborasi untuk perkuat industri gim


Jakarta - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) memfasilitasi penjajakan peluang kolaborasi dengan mitra strategis seperti perusahaan monetisasi dan pembayaran konten digital CODA untuk memperkuat ekosistem industri gim nasional.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar dalam pertemuan dengan perwakilan manajemen CODA membahas peluang kolaborasi strategis untuk memperkuat industri gim nasional, meningkatkan kemampuan pengembang lokal, dan membuka akses pasar internasional bagi produk Indonesia.

"Kreativitas developer Indonesia luar biasa, tetapi tanpa strategi monetisasi yang tepat, potensi mereka tidak akan maksimal," katanya saat menerima perwakilan CODA di Autograph Tower, Jakarta, Senin (17/11).

"Pemerintah berkomitmen memberikan akses pengetahuan, pasar, dan kolaborasi agar gim lokal dapat bersaing di tingkat global," katanya sebagaimana dikutip dalam siaran pers kementerian pada Selasa.

Irene mengemukakan bahwa monetisasi penting bagi pertumbuhan industri gim dan CODA bisa menjadi mitra strategis dalam hal ini.​​​​​​​

"CODA hadir sebagai mitra strategis yang dapat membantu pengembangan ekosistem gim Indonesia," katanya.

Perusahaan global di bidang monetisasi dan pembayaran konten digital CODA memiliki platform seperti Codashop, Codapay, dan Coda Custom Commerce, yang telah dimanfaatkan oleh lebih dari 300 penerbit dan menjangkau lebih dari 200 juta pelanggan di seluruh dunia.​​​​​​​

CODA dinilai bisa menjadi mitra strategis pengembang gim dalam upaya untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan pendapatan.

CEO CODA Shane Happach menyatakan perusahaannya siap mendukung pengembang dan ekosistem gim lokal masuk ke pasar internasional, antara lain melalui blog yang memberikan wawasan tentang monetisasi dan sorotan pada gim lokal.

"Fokus kami adalah mendukung keberlanjutan bisnis developer, meningkatkan kemampuan monetisasi melalui pelatihan, serta mendorong mindset pertumbuhan untuk go international," katanya.

"Kami juga siap berkontribusi pada kebijakan industri, termasuk implementasi Perpres Nomor 19/2024 tentang Percepatan Pengembangan Industri Gim Nasional," ia menambahkan.

Pewarta : Fitra Ashari/ANTARA
Tinggalkan Komentar anda Tentang Berita ini